Optimalisasi PAUD di Kampung Tidar Campur Sebagai Sarana Bermain dan Belajar
Abstract
Tunas Bangsa merupakan nama Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) dan Taman Baca Masyarakat (TBM) di Kampung Tidar Campur Kota Magelang. Organisasi yang dibentuk pada bulan Agustus 2014 tersebut mulai akhir Desember 2014 kurang optimal pelaksanaannya.Hal ini disebabkan oleh ketiadaan tenaga pendidik (sedang menyelesaikan kuliah), tempat belajar tidak permanen, sarana dan prasarana terbatas, dan kurangnya tenaga pengelola.Mulai bulan Juni 2015, PAUD dan TBM Tunas Bangsa atas instruksi Ketua RW 03 akan diaktifkan kembali, mengingat tenaga pendidik sudah menyelesaikan kuliahnya, kebutuhan masyarakat sekitar terhadap keberadaan PAUD cukup tinggi, dan tersedianya tempat belajar yang permanen yaitu Bank Sampah Soya Mekar yang dibangun melalui program PNPM 2014. Sehubungan dengan hal tersebut, maka pihak RW memohon kepada tim pengusul untuk membantu mendampingi terutama dalam penyediaan sumberdaya manusia yang berkualitas dan pengelolaan PAUD dan TBM yang meliputi manajemen sumberdaya manusia, manajemen sarana dan prasarana, manajemen peserta didik, dan manajemen keuangan. Tim pengusul selanjutnya menindaklanjuti permohonan tersebut melalui kegiatan pengabdian kepada masyarakat dengan tujuan mengaktifkan kembali kegiatan PAUD dan TBM di Kampung Tidar Campur, dan target khususnya adalah pengelolaan PAUD dan TBM Tunas Bangsa melalui manajemen yang baik sehingga dapat membantu masyarakat dalam mendidik anak-anak secara informal. Metode yang akan dipakai dalam pencapaian tujuan tersebut adalah model pemberdayaan masyarakat partisipatif yaitu Participatory Rural Apraisal (PRA). Metode inidipilih berdasarkan pertimbangan bahwa yang mempunyai atau menghadapi masalah adalah mitra, oleh karena itu keterlibatan mitra dalam penentuan pemecahan masalah yang dihadapidan penyelesaiannya sangat diperlukan.Metode tersebut dibagi menjadi 3 tahap yaitu persiapan, pelaksanaan, dan penyusunan laporan.Tahap persiapan dimulai penyuluhan tentang persyaratan menjadi tenaga pendidik dan pengelola PAUD maupun TBM, dan manajemen PAUD dan TBM.Tahap berikutnya adalah tahap pelaksanaan yang meliputi kegiatan pelatihan, dan pendampingan. Tahap terakhir dari kegiatan ini adalah penyusunan laporan kemajuan, artikel ilmiah untuk keperluan publikasi,dan laporan akhir.
Keyword : PAUD, TBM, manajemen SDM, peserta didik, sarana dan prasarana, keuanganFull Text:
PDF (Bahasa Indonesia)References
(1) Semiawan Conny R., Belajar dan pembelajaran Prasekolah dan Sekolah Dasar .Jakarta:PT Macanan Jaya Cemerlang, 2008.
(2) ………., Prinsip dan Teknik Pengukuran dan Penilaian di dalam Dunia Pendidikan, Jakarta : Mutiara, 1979.
(3) -----------.”,Pengembangan Rambu-rambu Belajar Sambil Bermain Pada PADU,” Buletin PADU, Vol. 2. No. 2.Jakarta : Direktorat PADU
(4) http://www.academia.edu/9869544/PEDOMAN_STRUKTUR_KURIKULUM_PAUD : didownload tanggal 4 Mei 2015, jam 13.20.
(5) -----------.,Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Republik Indonesia,Nomor 58 ,. Standar Pendidikan Anak Usia Dini, Jakarta : Departemen Pendidikan Nasional, Direktorat Jenderal Manajemen Pendidikan Dasar Dan Menengah , Direktorat Pembinaan TK Dan SD, 2009.
(6) ------------.,Undang-undang Republik Indonesia Nomor 20 Tentang : Sistem Pendidikan Nasional.Jakarta : Departemen Pendidikan Nasional, Direktorat Jenderal Pendidikan dasar dan Menengah, 2003.
Refbacks
- There are currently no refbacks.
Jurnal DIANMAS
ISSN 2089-9602
Alamat Redaksi :
Politeknik Negeri Semarang
Jl. Prof. H. Soedarto, S.H., Tembalang, Semarang
Telp. 024-7473417
E-mail : ruslysmg@yahoo.co.id